Kualalumpur, 2 Juni 2026 – Pemerintah Desa Kualalumpur menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Boalemo, Drs. Sahril Mointi, S.Pd., M.M., yang didampingi beberapa staf dinas, dalam rangka monitoring dan pendataan calon peserta didik untuk Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT71) Boalemo Tahun Ajaran 2026–2027. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa Kualalumpur, Sahrul Abiul, di Kantor Desa Kualalumpur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Paguyaman, Bapak Iswandi Pagau, S.KM., yang didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Paguyaman, Bapak Jhoni S. Warow, S.Sos. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Boalemo, Ir. H. Rum Pagau, dalam rangka memastikan Program Sekolah Rakyat dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam kesempatan tersebut, tim melakukan koordinasi sekaligus monitoring terhadap warga yang memiliki anak usia sekolah yang berpotensi menjadi peserta Program Sekolah Rakyat. Pendataan difokuskan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak yang belum pernah bersekolah, maupun anak yang putus sekolah agar memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Kepala Desa Kualalumpur, Sahrul Abiul, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Boalemo terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. “Kami menyambut baik program Sekolah Rakyat ini karena memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah Desa siap mendukung pendataan dan sosialisasi kepada masyarakat agar program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas PTSP Kabupaten Boalemo, Drs. Sahril Mointi, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang dibiayai oleh negara dan diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat. Program tersebut menyediakan fasilitas pendidikan secara menyeluruh mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Selain biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah, peserta juga memperoleh fasilitas makan dan minum, pakaian sekolah, perlengkapan belajar, hingga tempat tinggal berupa asrama yang nyaman dengan konsep boarding school. Untuk Tahun Ajaran 2026–2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT71) Boalemo menyediakan kuota masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Adapun kriteria usia calon peserta yaitu SD usia 7–12 tahun, SMP usia 13–15 tahun, dan SMA usia 16–18 tahun. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT71) Boalemo berlokasi di Desa Bongo III, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo dan mengusung trilogi pendidikan yaitu “Memuliakan Orang Miskin, Memungkinkan yang Tidak Mungkin, dan Menjangkau yang Tidak Terjangkau”, dengan motto “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara.” Melalui kegiatan monitoring ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap seluruh calon peserta yang memenuhi syarat dapat teridentifikasi dengan baik sehingga kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan. Pendaftaran Program Sekolah Rakyat tidak dipungut biaya (gratis). Masyarakat yang memiliki anak usia sekolah dan memenuhi kriteria penerima manfaat diharapkan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Pendamping Sosial PKH, maupun TKSK setempat untuk memperoleh informasi dan proses pendaftaran lebih lanjut. Kegiatan monitoring dan pendataan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Rum Pagau dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, sehingga tidak ada lagi anak-anak Boalemo yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas. Navigasi pos Optimalisasi Pelayanan Kesehatan, Kegiatan Intervensi KIE Posyandu Digelar di Kuala Lumpur Salurkan Bantuan CPP 2026, Pemerintah Desa Kuala Lumpur Siap Bagikan 6,1 Ton Beras dan 1.220 Liter Minyak Goreng kepada 305 Kepala Keluarga