KUALALUMPUR, PAGUYAMAN โ€“ Upaya pengembangan sektor perikanan budidaya di Desa Kualalumpur terus menunjukkan perkembangan positif. Hari ini, Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Kualalumpur mendampingi pelaksanaan Survei Verifikasi dan Validasi Budidaya Tematik Bioflok yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengusulan dan pengembangan program budidaya ikan berbasis sistem bioflok di desa tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan Ibu Evi Susanti, Penyuluh Perikanan Provinsi Gorontalo, bersama Ibu Firdja Saufika, Staf Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Boalemo, yang secara langsung melakukan peninjauan dan verifikasi lapangan terhadap lokasi yang direncanakan sebagai pusat budidaya bioflok Kopdes Merah Putih Desa Kualalumpur.

Menariknya, pelaksanaan survei tersebut tidak hanya dilakukan oleh tim di lapangan, tetapi juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Seluruh proses verifikasi dan validasi dipantau secara langsung oleh Tim Teknis Pusat melalui Zoom Meeting, sehingga setiap tahapan kegiatan dapat dipastikan berjalan sesuai dengan standar teknis dan persyaratan program yang telah ditetapkan.

Kedatangan tim survei disambut hangat oleh Kepala Desa Kualalumpur, Sahrul Abjul, yang didampingi oleh Sekretaris Desa, perangkat desa, serta unsur kelembagaan desa lainnya. Hadir pula Melki Wahab, selaku Wakil Ketua Bidang Keanggotaan Kopdes Merah Putih Desa Kualalumpur, bersama pengurus koperasi yang turut memberikan penjelasan terkait rencana pengembangan usaha budidaya perikanan yang akan dijalankan oleh koperasi.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan serangkaian pemeriksaan teknis terhadap lokasi yang telah disiapkan oleh koperasi. Proses yang dilakukan meliputi pengukuran luas lahan, pemeriksaan kondisi lingkungan sekitar, aksesibilitas lokasi, ketersediaan sumber air, hingga peninjauan sarana pendukung yang dibutuhkan dalam pembangunan kolam budidaya sistem bioflok.

Lokasi yang menjadi objek survei berada di Dusun Ayuhulawa, tepatnya di belakang Gedung Kopdes Merah Putih Desa Kualalumpur. Kawasan tersebut dinilai strategis karena memiliki akses yang mudah dijangkau, dekat dengan pusat aktivitas koperasi, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya perikanan yang produktif.

Selama proses survei berlangsung, tim teknis pusat yang mengikuti kegiatan secara daring juga memberikan berbagai arahan dan masukan kepada tim lapangan terkait aspek teknis pembangunan unit bioflok, mulai dari tata letak kolam, kebutuhan infrastruktur pendukung, hingga aspek pengelolaan budidaya yang berkelanjutan.

Program budidaya tematik bioflok yang direncanakan ini merupakan salah satu unit usaha strategis yang akan dikembangkan oleh Kopdes Merah Putih Desa Kualalumpur. Sistem bioflok sendiri dikenal sebagai teknologi budidaya ikan modern yang mampu meningkatkan produktivitas dengan penggunaan lahan yang lebih efisien serta pengelolaan kualitas air yang lebih baik.

Melalui teknologi ini, budidaya ikan dapat dilakukan dengan kepadatan tebar yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, sehingga berpotensi menghasilkan produksi yang lebih besar dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi koperasi maupun masyarakat.

Pengembangan usaha bioflok juga sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi desa yang saat ini terus didorong oleh pemerintah melalui pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Kualalumpur, Sahrul Abjul, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan di Desa Kualalumpur.

Menurutnya, kegiatan survei dan verifikasi ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mewujudkan program budidaya bioflok yang nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi koperasi dan masyarakat desa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari Provinsi Gorontalo, DKP Kabupaten Boalemo, serta Tim Teknis Pusat yang telah meluangkan waktu untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan. Pemerintah Desa Kualalumpur siap memberikan dukungan penuh agar program budidaya bioflok ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sahrul Abjul.

Hal senada juga disampaikan oleh pengurus Kopdes Merah Putih Desa Kualalumpur yang berharap program ini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Pelaksanaan survei verifikasi dan validasi ini menjadi bukti keseriusan Kopdes Merah Putih Desa Kualalumpur dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal. Dengan dukungan pemerintah desa, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta pendampingan dari tim teknis pusat, program budidaya tematik bioflok diharapkan dapat segera memasuki tahap pembangunan dan operasional.

Apabila program ini berhasil diwujudkan, maka Desa Kualalumpur berpeluang menjadi salah satu desa percontohan dalam pengembangan budidaya ikan sistem bioflok berbasis koperasi desa di Kabupaten Boalemo, sekaligus memperkuat peran Kopdes Merah Putih sebagai lembaga ekonomi yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *