Profil Desa Kuala Lumpur | SIPDES

πŸ›οΈ Desa Kuala Lumpur

Kecamatan Paguyaman | Kabupaten Boalemo | Provinsi Gorontalo

"Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera"

πŸ“œ Sejarah Desa

Desa Kuala Lumpur merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Desa ini resmi terbentuk pada tanggal 6 Januari 2003 sebagai hasil dari kebijakan pemekaran wilayah administratif desa di Kabupaten Boalemo.

Pemekaran dari Desa Molombulahe

Sebelum pemekaran, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Kuala Lumpur merupakan bagian dari Desa Molombulahe, yang saat itu terdiri dari beberapa dusun, termasuk Dusun Palawija dan Dusun Eling. Kedua dusun ini menjadi cikal bakal terbentuknya Desa Kuala Lumpur.

Jauh sebelum tahun 2003, telah muncul aspirasi kuat dari masyarakat Dusun Palawija untuk memisahkan diri dari desa induk, didasari oleh keinginan untuk membentuk pemerintahan desa yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan lokal.

Tokoh Pemekaran

Aspirasi pemekaran mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh penting di masyarakat:

  • Almarhum Bapak Yasmin Ismail – Tokoh Agama yang sangat dihormati di wilayah tersebut
  • Bapak Iwan Woluwo – Tokoh Masyarakat yang turut memperjuangkan pemekaran
  • Bapak Mustapa Lasena – Tokoh Adat yang berperan dalam merajut konsensus masyarakat

Asal-usul Nama "Kuala Lumpur"

Penamaan Desa Kuala Lumpur memiliki sejarah yang unik dan erat kaitannya dengan aktivitas ekonomi masa lalu. Sebelum menjadi desa, wilayah ini dikenal sebagai jalur utama kendaraan operasional milik Perusahaan Rajawali, yang saat itu mengelola lahan tebu di kawasan sekitar.

Kendaraan berat milik perusahaan sering melewati jalur tersebut, yang kondisi jalannya berlumpur parah, terutama saat musim hujan. Oleh sebab itu, jalur tersebut dijuluki oleh para sopir dan warga sekitar sebagai "Jalan Kuala Lumpur", merujuk pada kota Kuala Lumpur di Malaysia yang kala itu sering diasosiasikan dengan modernitas namun juga sering banjir di kawasan tertentu.

Opsi Nama yang Dipertimbangkan:

Opsi 1
Desa Molombulahe Utara
Opsi 2
Desa Lihepi
Opsi 3 (Terpilih)
Desa Kuala Lumpur

Setelah melalui musyawarah yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat, disepakati bahwa nama Desa Kuala Lumpur dipilih sebagai nama resmi, dengan alasan historis dan daya ingat yang kuat di kalangan masyarakat.

Daftar Kepala Desa

No. Nama Kepala Desa Masa Jabatan
1 Abas Hilimi 2003 – 2008
2 Malik Pii Bagou 2008 – 2013
3 Pangi Yunus 2015 – 2022
4 Sahrul Abjul 2023 – 2031

πŸ—ΊοΈ Kondisi Geografis

Desa Kualalumpur secara geografis terletak di tengah-tengah pedesaan di wilayah Kecamatan Paguyaman. Berikut adalah kondisi geografis desa secara detail:

Luas Wilayah
1.521,88 KmΒ²
Jumlah Dusun
5 Dusun
Luas Lahan Pekarangan
39,4 Ha
Lahan Pertanian/Perkebunan
Β± 450 Ha

Dusun-dusun dalam Wilayah Desa

  1. Dusun Ayuhulawa
  2. Dusun Palawija
  3. Dusun Eling
  4. Dusun Helumo
  5. Dusun Musyawarah

Batas Wilayah

Arah Batas
Utara Sungai Paguyaman
Timur Desa Rejonegoro
Selatan Desa Molombulahe
Barat Desa Wonggahu

Klimatologi

  • Suhu: Β± 28Β°C (rata-rata)
  • Curah Hujan: Sedang
  • Topografi: Dataran dan area persawahan
πŸ—ΊοΈ

Peta Wilayah Desa Kuala Lumpur
(Kecamatan Paguyaman)

πŸ‘₯ Kondisi Sosial Budaya

Kondisi Demografis/Kependudukan

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Boalemo pada tahun 2023, jumlah penduduk Desa Kualalumpur adalah sebagai berikut:

1.705
Total Penduduk
852
Laki-laki (50%)
853
Perempuan (50%)
No. Jenis Kelamin Jumlah Prosentase
1 Laki-laki 852 50%
2 Perempuan 853 50%
Total 1.705 100%

Kondisi Kesehatan Masyarakat

Dalam hal menunjang kesehatan masyarakat perlu didukung dengan sarana kesehatan yang memadai. Desa Kualalumpur memiliki:

  • 1 (satu) Polindes yang didukung oleh Bidan Desa dan Perawat Desa
  • 1 (satu) Posyandu balita
  • 1 (satu) Posyandu lansia
Keuntungan letak Desa Kualalumpur yang berdekatan dengan Puskesmas Kecamatan Paguyaman dan 1 (satu) Rumah Sakit Umum Daerah yang berada di wilayah Desa Rejonegoro, sehingga penanganan pertama untuk pelayanan kesehatan bisa terpenuhi.

Pendidikan

Sektor Pendidikan adalah hal penting dan menjadi indikator suatu keberhasilan Desa dan bidang pendidikan menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu desa.

No. Pendidikan Jumlah Prosentase
1 Tidak / Belum Sekolah 31 1,81%
2 Belum Tamat SD/Sederajat 20 1,17%
3 Tamat SD/ Sederajat 34 1,99%
4 SLTP/Sederajat 46 2,69%
5 SLTA / Sederajat 165 9,68%
8 Diploma IV/ Strata I 54 3,17%
JUMLAH 350 20,53%

Sumber: Data BPS tahun 2023

Mata Pencaharian

Dengan kondisi sosial yang berbeda antar dusun yang berada di Desa Kualalumpur, memungkinkan mata pencaharian yang sangat beragam dan berdasarkan karakteristik dusun yang berbeda.

No. Mata Pencaharian Jumlah Prosentase
1 Belum/Tidak Bekerja 270 15,84%
2 Mengurus Rumah Tangga 435 25,51%
3 Pelajar/Mahasiswa 381 22,35%
4 Pensiunan 1 0,06%
5 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 19 1,11%
8 Petani/Perkebunan 372 21,82%
11 Karyawan Swasta 25 1,47%
14 Buruh Harian Lepas 17 1,00%
24 Guru 19 1,11%
30 Wiraswasta 69 4,05%
JUMLAH 1.627 95,43%

Sumber: Data AKP tahun 2023

Kesejahteraan Masyarakat

Dalam hal ini, melalui Dana Desa, Pemerintah Desa melaksanakan kegiatan pemberian bantuan langsung tunai (BLT DD) dengan besaran mengikuti regulasi yang ada. Program yang sudah ada ditingkatkan, seperti BSP, PKH, dll.

Agama

Dalam perspektif agama, masyarakat di desa Kualalumpur termasuk masyarakat yang homogen. Mayoritas masyarakat desa Kualalumpur beragama Islam (100%). Tingkat kemayoritasan agama Islam sangat dipengaruhi oleh kultur yang sudah lama ada di desa.

Budaya

Budaya atau kultur yang ada di masyarakat desa Kualalumpur masih sangat kental, apalagi yang berhubungan dengan agama Islam. Tradisi adat ketimuran yang ada dan berkembang di desa Kualalumpur banyak dipengaruhi oleh ritual-ritual agama Islam dan perilaku orang tua terdahulu.

πŸ’° Kondisi Ekonomi Desa

Pertumbuhan ekonomi secara nasional memang mengalami penurunan yang sangat drastis, hal ini diawali dari dampak krisis moneter dan berlanjut dengan krisis ekonomi secara umum. Namun demikian Desa Kualalumpur dengan potensi yang dimiliki mencoba bertahan pada bidang-bidang usaha seperti sektor Pertanian, perdagangan, dan UKM.

Potensi Ekonomi Desa

Pedagang Warung Makan/UMKM
Beberapa unit
Industri Rumah Tangga
1 Pengrajin
Bioflok Ikan
2 Lokal
Pemilik Usaha Warung Makanan/Restoran
19 orang
Kontraktor
1 orang

Sektor jasa juga masih menjadi sebagian besar pilihan mata pencaharian penduduk Desa Kualalumpur.

πŸ—οΈ Kondisi Infrastruktur Desa

Kondisi infrastruktur Desa Kualalumpur masih sangat minim. Hal ini dilihat dari akses masyarakat menuju Kantor Desa, khususnya jalan dusun Helumo-Musyawarah-Eling masih rusak.

Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pembangunan desa dalam periode kepemimpinan saat ini dan yang akan datang.

πŸ›οΈ Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

SOTK Desa (Susunan Organisasi dan Tata Kerja)

SA
Sahrul Abjul
Kepala Desa
AK
Arfan Kone
Sekretaris Desa
SM
Salami M. Woluwo
Kepala Dusun Palawija
CA
Cicin S. Ali
Kasi Pemerintahan
DI
Delvin Ismail
Kasi Pelayanan
SP
Siwindrawaty Paulu
Kepala Dusun Ayuhulawa
MK
Meyko Kiayi
Kepala Dusun Musyawarah
FY
Fince R. Yusuf
Kaur Perencanaan
YL
Yanto Lasena
Kasi Kesra
LH
Liyanti Haidari
Kepala Dusun Eling
TP
Teldi Pattiwael
Kaur Keuangan
MA
Memy Auyuba
Kepala Dusun Helumo
NS
Nining Sumaga
Kaur TU dan Umum
MY
Maryam Yusuf
Operator Desa
YK
Yahya Kaiko
Staf Desa

Lembaga BPD (Badan Permusyawaratan Desa)

RS
Risman Sumaga
Ketua BPD
AM
Alfin Mohulaingo
Wakil Ketua BPD
SU
Salma Usman
Sekretaris BPD
AP
Astin Panigoro
Anggota BPD
SY
Salma Yunus
Anggota BPD

Desa Kuala Lumpur - Kecamatan Paguyaman - Kabupaten Boalemo

Provinsi Gorontalo | Tahun 2023

Dokumen ini merupakan bagian dari Sistem Informasi Pemerintahan Desa (SIPDES)

Scroll to Top