Website Desa Kualalumpur
Portal Informasi Pemerintah Desa Kualalumpur
Kecamatan Paguyaman — Kabupaten Boalemo — Provinsi Gorontalo
Peta Administratif Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman
Desa Kuala Lumpur merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Desa ini resmi terbentuk pada tanggal 6 Januari 2003 sebagai hasil dari kebijakan pemekaran wilayah administratif desa di Kabupaten Boalemo, dengan latar belakang kebutuhan masyarakat setempat untuk pelayanan pemerintahan yang lebih dekat, efektif, dan efisien.
Sebelum pemekaran, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Kuala Lumpur merupakan bagian dari Desa Molombulahe, yang saat itu terdiri dari beberapa dusun, termasuk Dusun Palawija dan Dusun Eling. Kedua dusun ini menjadi cikal bakal terbentuknya Desa Kuala Lumpur.
Jauh sebelum tahun 2003, telah muncul aspirasi kuat dari masyarakat Dusun Palawija untuk memisahkan diri dari desa induk. Aspirasi tersebut didasari oleh keinginan masyarakat untuk membentuk pemerintahan desa yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Jarak antara Dusun Eling dan pusat pemerintahan Desa Molombulahe yang mencapai kurang lebih 2 kilometer juga menjadi pertimbangan utama agar pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
Berkat dukungan dan inisiatif para tokoh ini, permohonan pemekaran desa diajukan ke Pemerintah Kabupaten Boalemo. Setelah melalui proses administratif dan pertimbangan kebijakan daerah, akhirnya pemekaran disetujui dan pada 6 Januari 2003, Dusun Palawija, Dusun Eling, Dusun Helumo, Dusun Musyawarah, dan Dusun Ayuhulawa resmi menjadi satu desa definitif yang diberi nama Desa Kuala Lumpur.
Penamaan Desa Kuala Lumpur memiliki sejarah yang unik dan erat kaitannya dengan aktivitas ekonomi masa lalu. Sebelum menjadi desa, wilayah ini dikenal sebagai jalur utama kendaraan operasional milik Perusahaan Rajawali, yang saat itu mengelola lahan tebu di kawasan sekitar. Kendaraan berat milik perusahaan sering melewati jalur tersebut, yang kondisi jalannya berlumpur parah, terutama saat musim hujan. Oleh sebab itu, jalur tersebut dijuluki oleh para sopir dan warga sekitar sebagai "Jalan Kuala Lumpur", merujuk pada kota Kuala Lumpur di Malaysia yang kala itu sering diasosiasikan dengan modernitas namun juga sering banjir di kawasan tertentu.
Ketika proses pemekaran terjadi, muncul beberapa usulan nama desa:
Setelah melalui musyawarah yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat, disepakati bahwa nama Desa Kuala Lumpur dipilih sebagai nama resmi, dengan alasan historis dan daya ingat yang kuat di kalangan masyarakat.
Desa Kuala Lumpur memiliki total luas wilayah sekitar ± 450 Hektar, dan secara geografis berbatasan langsung dengan:
Wilayah ini memiliki kondisi alam yang cukup beragam, terdiri atas dataran dan area persawahan, serta wilayah yang cocok untuk pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan.
Setiap kepala desa membawa visi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penyediaan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Desa Kualalumpur secara geografis terletak di tengah-tengah pedesaan di wilayah Kecamatan Paguyaman. Berikut kondisi geografis Desa Kualalumpur:
Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Boalemo tahun 2023, jumlah penduduk Desa Kualalumpur adalah:
Sumber: Data BPS tahun 2023
Salah satu kunci keberhasilan pembangunan suatu desa adalah dibidang kesehatan. Dalam menunjang kesehatan masyarakat, Desa Kuala Lumpur memiliki:
Suatu keuntungan letak Desa Kualalumpur yang berdekatan dengan Puskesmas Kecamatan Paguyaman dan 1 (satu) Rumah Sakit Umum Daerah yang berada di wilayah Desa Rejonegoro, sehingga penanganan pertama untuk pelayanan kesehatan bisa terpenuhi.
Pada RPJM Desa Perubahan tahun 2023 – 2031, pembangunan fasilitas kesehatan menjadi skala prioritas yang akan diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan.
Sektor pendidikan adalah hal penting dan menjadi indikator suatu keberhasilan desa. Dengan pendidikan yang tinggi akan mendongkrak tingkat kecakapan seseorang yang dapat mendorong munculnya keterampilan dan kreativitas.
Dengan kondisi sosial yang berbeda antar dusun, mata pencaharian di Desa Kualalumpur sangat beragam:
Sumber: Data AKP tahun 2023
Dengan berkembangnya jumlah penduduk, secara otomatis dituntut bagaimana terpenuhinya kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan. Pada kondisi ekonomi yang sedang terpuruk akibat dari Pandemi Covid-19, pemerintah mengambil langkah secara sistematis dengan memberikan stimulan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.
Program-program yang sudah ada lebih ditingkatkan, seperti BSP, PKH, dan lain-lain. Melalui Dana Desa, Pemerintah Desa juga melaksanakan kegiatan yang sama dengan memberikan BLT DD dengan besaran mengikuti regulasi yang ada. Dengan adanya bantuan tersebut, harapan masyarakat bisa segera pulih tingkat perekonomiannya.
Dalam perspektif agama, masyarakat di desa Kualalumpur termasuk masyarakat yang homogen. Mayoritas masyarakat desa Kualalumpur beragama Islam. Tingkat kemayoritasan agama Islam sangat dipengaruhi oleh kultur yang sudah lama ada, selain itu pegangan agama ini diakibatkan oleh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang ada dari dulu sampai sekarang.
Budaya atau kultur yang ada di masyarakat desa Kualalumpur masih sangat kental, apalagi yang berhubungan dengan agama Islam. Budaya yang berbasis kearifan lokal oleh sebagian masyarakat masih terus dijaga dan tetap dilaksanakan. Tradisi adat ketimuran yang ada dan berkembang di desa Kualalumpur banyak dipengaruhi oleh ritual-ritual agama Islam dan perilaku orang tua terdahulu.
Pertumbuhan ekonomi secara nasional memang mengalami penurunan yang sangat drastis, diawali dari dampak krisis moneter dan berlanjut dengan krisis ekonomi secara umum, juga akibat dari kondisi politik nasional yang tidak menentu. Namun demikian, Desa Kualalumpur dengan potensi yang dimiliki mencoba bertahan pada bidang-bidang usaha seperti sektor Pertanian, Perdagangan, dan UKM.
Di wilayah Desa Kualalumpur terdapat:
Kondisi infrastruktur Desa Kualalumpur masih sangat minim. Hal ini dilihat dari akses masyarakat menuju Kantor Desa, khususnya jalan Dusun Helumo – Musyawarah – Eling yang masih rusak.
Desa Kuala Lumpur — Kecamatan Paguyaman — Kabupaten Boalemo "Maju, Mandiri, dan Sejahtera"