Profil Desa

Profil Desa Kuala Lumpur

PROFIL DESA KUALA LUMPUR

Kecamatan Paguyaman — Kabupaten Boalemo — Provinsi Gorontalo

Peta Wilayah Desa

Peta Desa Kuala Lumpur

Peta Administratif Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman

2.1.1 Sejarah Desa

Desa Kuala Lumpur merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Desa ini resmi terbentuk pada tanggal 6 Januari 2003 sebagai hasil dari kebijakan pemekaran wilayah administratif desa di Kabupaten Boalemo, dengan latar belakang kebutuhan masyarakat setempat untuk pelayanan pemerintahan yang lebih dekat, efektif, dan efisien.

Sebelum pemekaran, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Kuala Lumpur merupakan bagian dari Desa Molombulahe, yang saat itu terdiri dari beberapa dusun, termasuk Dusun Palawija dan Dusun Eling. Kedua dusun ini menjadi cikal bakal terbentuknya Desa Kuala Lumpur.

Jauh sebelum tahun 2003, telah muncul aspirasi kuat dari masyarakat Dusun Palawija untuk memisahkan diri dari desa induk. Aspirasi tersebut didasari oleh keinginan masyarakat untuk membentuk pemerintahan desa yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Jarak antara Dusun Eling dan pusat pemerintahan Desa Molombulahe yang mencapai kurang lebih 2 kilometer juga menjadi pertimbangan utama agar pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.

Tokoh Pejuang Pemekaran:
  1. Almarhum Bapak Yasmin Ismail – Tokoh Agama yang sangat dihormati di wilayah tersebut.
  2. Bapak Iwan Woluwo – Tokoh Masyarakat yang turut memperjuangkan pemekaran.
  3. Bapak Mustapa Lasena – Tokoh Adat yang berperan dalam merajut konsensus masyarakat.

Berkat dukungan dan inisiatif para tokoh ini, permohonan pemekaran desa diajukan ke Pemerintah Kabupaten Boalemo. Setelah melalui proses administratif dan pertimbangan kebijakan daerah, akhirnya pemekaran disetujui dan pada 6 Januari 2003, Dusun Palawija, Dusun Eling, Dusun Helumo, Dusun Musyawarah, dan Dusun Ayuhulawa resmi menjadi satu desa definitif yang diberi nama Desa Kuala Lumpur.

Asal-usul Nama "Desa Kuala Lumpur"

Penamaan Desa Kuala Lumpur memiliki sejarah yang unik dan erat kaitannya dengan aktivitas ekonomi masa lalu. Sebelum menjadi desa, wilayah ini dikenal sebagai jalur utama kendaraan operasional milik Perusahaan Rajawali, yang saat itu mengelola lahan tebu di kawasan sekitar. Kendaraan berat milik perusahaan sering melewati jalur tersebut, yang kondisi jalannya berlumpur parah, terutama saat musim hujan. Oleh sebab itu, jalur tersebut dijuluki oleh para sopir dan warga sekitar sebagai "Jalan Kuala Lumpur", merujuk pada kota Kuala Lumpur di Malaysia yang kala itu sering diasosiasikan dengan modernitas namun juga sering banjir di kawasan tertentu.

Ketika proses pemekaran terjadi, muncul beberapa usulan nama desa:

  • Desa Molombulahe Utara
  • Desa Lihepi
  • Desa Kuala Lumpur

Setelah melalui musyawarah yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat, disepakati bahwa nama Desa Kuala Lumpur dipilih sebagai nama resmi, dengan alasan historis dan daya ingat yang kuat di kalangan masyarakat.

Luas Wilayah dan Batas Administratif

Desa Kuala Lumpur memiliki total luas wilayah sekitar ± 450 Hektar, dan secara geografis berbatasan langsung dengan:

Sebelah Utara: Sungai Paguyaman
Sebelah Timur: Desa Rejonegoro
Sebelah Selatan: Desa Molombulahe
Sebelah Barat: Desa Wonggahu

Wilayah ini memiliki kondisi alam yang cukup beragam, terdiri atas dataran dan area persawahan, serta wilayah yang cocok untuk pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan.

Daftar Kepala Desa Kuala Lumpur (2003 – Sekarang)

No. Nama Kepala Desa Masa Jabatan
1Abas Hilimi2003 – 2008
2Malik Pii Bagou2008 – 2013
3Pangi Yunus2015 – 2022
4Sahrul Abjul2023 – 2031

Setiap kepala desa membawa visi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penyediaan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

2.1.2 Kondisi Geografis Desa

Desa Kualalumpur secara geografis terletak di tengah-tengah pedesaan di wilayah Kecamatan Paguyaman. Berikut kondisi geografis Desa Kualalumpur:

NoUraianKeterangan
1Luas Wilayah1.521,88 Km2
2Jumlah Dusun5 Dusun
3Batas Wilayah Utara: Sungai Paguyaman
Timur: Desa Rejoneegoro
Selatan: Desa Molombulahe
Barat: Desa Wonggahu
4Topografi — Lahan Pertanian/Perkebunan± 450 Ha
5Klimatologi — Suhu
Curah Hujan
± 28° Celcius
Sedang
6Luas Lahan Pekarangan39,4 Ha

Lima Dusun di Desa Kuala Lumpur:

Dusun Ayuhulawa Dusun Palawija Dusun Eling Dusun Helumo Dusun Musyawarah

2.1.3 Kondisi Sosial Budaya Desa

1. Kondisi Demografis / Kependudukan

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Boalemo tahun 2023, jumlah penduduk Desa Kualalumpur adalah:

No.Jenis KelaminJumlahProsentase (%)
1Laki-laki85250%
2Perempuan85350%
Total1.705100%

Sumber: Data BPS tahun 2023

2. Kondisi Kesehatan Masyarakat

Salah satu kunci keberhasilan pembangunan suatu desa adalah dibidang kesehatan. Dalam menunjang kesehatan masyarakat, Desa Kuala Lumpur memiliki:

  • 1 (satu) Polindes yang didukung oleh Bidan Desa dan Perawat Desa
  • 1 (satu) Posyandu Balita
  • 1 (satu) Posyandu Lansia

Suatu keuntungan letak Desa Kualalumpur yang berdekatan dengan Puskesmas Kecamatan Paguyaman dan 1 (satu) Rumah Sakit Umum Daerah yang berada di wilayah Desa Rejonegoro, sehingga penanganan pertama untuk pelayanan kesehatan bisa terpenuhi.

Pada RPJM Desa Perubahan tahun 2023 – 2031, pembangunan fasilitas kesehatan menjadi skala prioritas yang akan diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan.

3. Pendidikan

Sektor pendidikan adalah hal penting dan menjadi indikator suatu keberhasilan desa. Dengan pendidikan yang tinggi akan mendongkrak tingkat kecakapan seseorang yang dapat mendorong munculnya keterampilan dan kreativitas.

No.PendidikanJumlahProsentase
1Tidak / Belum Sekolah311,81 %
2Belum Tamat SD/Sederajat201,17 %
3Tamat SD/ Sederajat341,99 %
4SLTP/Sederajat462,69 %
5SLTA / Sederajat1659,68 %
6Diploma I / II--
7Akademi/ Diploma III/S. Muda--
8Diploma IV/ Strata I543,17 %
9Strata II--
10Strata III--
JUMLAH35020,53 %

Sumber: Data BPS tahun 2023

4. Mata Pencaharian

Dengan kondisi sosial yang berbeda antar dusun, mata pencaharian di Desa Kualalumpur sangat beragam:

No.Mata PencaharianJumlahProsentase
1Belum/Tidak Bekerja27015,84 %
2Mengurus Rumah Tangga43525,51 %
3Pelajar/Mahasiswa38122,35 %
4Pensiunan10,06 %
5Pegawai Negeri Sipil (PNS)191,11 %
6Kepolisian RI (Polri)--
7Perdagangan100,59 %
8Petani/Perkebunan37221,82 %
9Industri--
10Konstruksi--
11Karyawan Swasta251,47 %
12Karyawan BUMN--
13Karyawan Honorer50,29 %
14Buruh Harian Lepas171,00 %
15Buruh Tani/Perkebunan--
16Pembantu Rumah Tangga--
17Tukang Batu--
18Tukang Kayu20,12 %
19Tukang Las/Pandai Besi--
20Tukang Jahit10,06 %
21Mekanik--
22Juru Masak--
23Dosen10,06 %
24Guru191,11 %
25Bidan10,06 %
26Perawat--
27Sopir40,23 %
28Pedagang100,59 %
29Perangkat Desa90,53 %
30Wiraswasta694,05 %
JUMLAH1.62795,43 %

Sumber: Data AKP tahun 2023

5. Kesejahteraan Masyarakat

Dengan berkembangnya jumlah penduduk, secara otomatis dituntut bagaimana terpenuhinya kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan. Pada kondisi ekonomi yang sedang terpuruk akibat dari Pandemi Covid-19, pemerintah mengambil langkah secara sistematis dengan memberikan stimulan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Program-program yang sudah ada lebih ditingkatkan, seperti BSP, PKH, dan lain-lain. Melalui Dana Desa, Pemerintah Desa juga melaksanakan kegiatan yang sama dengan memberikan BLT DD dengan besaran mengikuti regulasi yang ada. Dengan adanya bantuan tersebut, harapan masyarakat bisa segera pulih tingkat perekonomiannya.

6. Agama

Dalam perspektif agama, masyarakat di desa Kualalumpur termasuk masyarakat yang homogen. Mayoritas masyarakat desa Kualalumpur beragama Islam. Tingkat kemayoritasan agama Islam sangat dipengaruhi oleh kultur yang sudah lama ada, selain itu pegangan agama ini diakibatkan oleh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang ada dari dulu sampai sekarang.

No.AgamaJumlahProsentase
1ISLAM1.705100 %
2KATHOLIK--
3KRISTEN--
4HINDU--
5BUDHA--
JUMLAH1.705100 %

Sumber: Data BPS tahun 2023

7. Budaya

Budaya atau kultur yang ada di masyarakat desa Kualalumpur masih sangat kental, apalagi yang berhubungan dengan agama Islam. Budaya yang berbasis kearifan lokal oleh sebagian masyarakat masih terus dijaga dan tetap dilaksanakan. Tradisi adat ketimuran yang ada dan berkembang di desa Kualalumpur banyak dipengaruhi oleh ritual-ritual agama Islam dan perilaku orang tua terdahulu.

2.1.4 Kondisi Ekonomi Desa

Pertumbuhan ekonomi secara nasional memang mengalami penurunan yang sangat drastis, diawali dari dampak krisis moneter dan berlanjut dengan krisis ekonomi secara umum, juga akibat dari kondisi politik nasional yang tidak menentu. Namun demikian, Desa Kualalumpur dengan potensi yang dimiliki mencoba bertahan pada bidang-bidang usaha seperti sektor Pertanian, Perdagangan, dan UKM.

Di wilayah Desa Kualalumpur terdapat:

  • Beberapa Pedagang Warung Makan / UMKM
  • Sektor industri kecil dan kerajinan rumah tangga: 1 pengrajin industri rumah tangga
  • Sektor perikanan: 2 Lokal Bioflok ikan
  • Sektor jasa: 19 orang sebagai Pemilik Usaha Warung Makanan/Restoran, 1 orang sebagai Kontraktor

2.1.5 Kondisi Infrastruktur Desa

Kondisi infrastruktur Desa Kualalumpur masih sangat minim. Hal ini dilihat dari akses masyarakat menuju Kantor Desa, khususnya jalan Dusun Helumo – Musyawarah – Eling yang masih rusak.

2.2.1 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

1. SOTK Desa (Struktur Organisasi dan Tata Kerja)

No.NamaJabatan
1Sahrul AbjulKepala Desa
2Arfan KoneSekretaris Desa
3Salami M. WoluwoKasi Pemerintahan
4Cicin S. AliKasi Kesra
5Delvin IsmailKasi Pelayanan
6Siwindrawaty PauluKaur Perencanaan
7Meyko KiayiKaur Umum dan TU
8Fince R. YusufKaur Keuangan
9Yanto LasenaKepala Dusun Ayuhulawa
10Liyanti HaidariKepala Dusun Palawija
11Teldi PattiwaelKepala Dusun Eling
12Memy AuyubaKepala Dusun Helumo
13Nining SumagaKepala Dusun Musyawarah
14Maryam YusufOperator Desa
15Yahya KaikoStaf Desa

2. Lembaga BPD (Badan Permusyawaratan Desa)

No.NamaJabatan
1Risman SumagaKetua
2Alfin MohulaingoWakil Ketua
3Salma UsmanSekretaris
4Astin PanigoroAnggota
5Salma YunusAnggota

Desa Kuala Lumpur — Kecamatan Paguyaman — Kabupaten Boalemo
"Maju, Mandiri, dan Sejahtera"